![]() |
| Hendro Sudono, penyampai Fraksi PDI-P Kabupaten Sambas. |
Sambas - Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Sambas menyampaikan sejumlah catatan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD perubahan Kabupaten Sambas tahun 2026.
Pandangan Fraksi yang disampaikan oleh juru bicara PDI-P, Hendro Sudono, menyikapi isu kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini.
"Di samping perhatian kami terhadap postur Fiskal, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah tersebut. Fraksi PDI Perjuangan merasa perlu memberikan perhatian dan penekanan khusus terhadap situasi lingkungan hidup yang saat ini sedang kita hadapi, yaitu ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta bencana Kabut asap," ujar Hendro Sudono, Rabu (9/9/2026).
Fraksi PDI Perjuangan kata Hendro, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati, jajaran BPBD, TNI-POLRI, Satgas Karhutla, serta para Relawan.
"Kami mencatat dan menyambut baik berbagai langkah taktis yang telah diupayakan oleh jajaran eksekutif, bersama unsur Forkopimda hingga saat ini," kata Hendro.
"Hingga langkah Pemerintah Daerah dalam menyesuaikan kebijakan jam belajar siswa demi melindungi kesehatan anak-anak kita dari paparan asap pekat," sambung Hendro.
Dampak asap ini lanjut Hendro, tidak hanya mengganggu aktivitas perekonomian dan mobilitas warga, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, khususnya tingginya risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak-anak dan lansia.
"Sehubungan dengan hal tersebut, demi memperkuat dan menjamin keberlanjutan penanganan Karhutla hingga benar-benar tuntas. Fraksi PDI
Perjuangan merasa perlu menyampaikan beberapa catatan dan masukan konstruktif," kata Hendro,
"Sejauh mana alokasi belanja tidak terduga (BTT) maupun pergeseran anggaran dalam P-APBD 2026 ini disiap-siagakan untuk memperkuat operasional tim Satgas Karhutla, BPBD, serta MPA Desa," sambung Hendro.
Fraksi PDI-P juga mempertanyakan kesiapan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dalam mengantisipasi dampak Kabut asap.
"Baik dari sisi ketersediaan logistik medis maupun kepastian kebijakan penyesuaian proses belajar mengajar di sekolah demi melindungi keselamatan anak-anak kita," kata Hendro.
