VIDEO: Juliarti Klarifikasi Berita Hoaks Dirinya Terkena OTT

Editor: Redaksi author photo


Sambasnews.com, (SAMBAS)- Anggota DPRD provinsi Kalbar, Juliarti Juhardi Alwi resmi melaporkan akun yang menyebarkan berita bohong atau hoaks. Terkait operasi tangkap tangan (OTT), atas dirinya di media sosial beberapa waktu lalu.

Bupati Sambas periode 2011-2016 yang saat ini legislator merupakan PKB, dalam konferensi pers yang di gelar menegaskan jika dirinya saat ini masih menjalankan tugas kedewanan.

"Saat ini saya masih menggelar reses, menyerap aspirasi masyarakat kabupaten Sambas. Ini klarifikasi saya yang kedua, jika apa yang tersebar di media sosial mengenai saya kena OTT adalah berita hoaks," ujar Juliarti Kamis, dalam konferensi pers yang digelar di Sambas.

Juliarti menyebutkan dirinya sudah terbiasa dengan pembunuhan karakter seperti ini.

"Saya sudah terbiasa dengan pembunuhan karakter seperti ini, dan saya sudah maafkan pelaku penyebar berita hoaks tersebut. Namum atas pertimbangan, dikarenakan berita hoaks ini tidak hanya menyangkut saya sendiri. Tapi menyangkut keluarga, Partai PKB dan lembaga DPRD provinsi tempat saya bekerja, sehingga banyak yang menyarankan untuk memberi pelajaran. Akhirnya keluarga besar kami dan partai membawa hal keranah hukum," kata Juliarti.

Dikemukakan oleh ketua DPC PKB Sambas ini, dalam hal ini karena sudah menjadi ranah hukum. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

"Saya sebenarnya tidak ingin terlalu keras terhadap pihak yang menyebarkan berita hoaks ini, namun apabila mereka tidak sadar atas perbuatannya yang merugikan keluarga saya, partai PKB, lembaga DPRD Provinsi dan masyarakat Sambas. Maka saya akan serahkan ke aparat hukum sepenuhnya, karena saat ini sudah ada UU ITE," ungkapnya.

Pihaknya menurut Juliarti, sudah melaporkan pelaku penyebaran berita hoak ini ke polres Sambas. Rabu (18/12) malam atas nama akun FB berinsial DM, EF dan grub seputar berita informasi bisnis.

"Kita sudah laporkan ke polres Sambas karena akun-akun tersebut langsung menyebutkan mantan bupati Sambas di operasi tangkap tangan (OTT)," jelasnya.

Juliarti juga memohon maaf atas ketidaknyamanan dari keluarga, teman dan kolega serta masyarakat atas berita hoaks yang terjadi. Karena informasi tersebut bisa mencemarkan nama keluarga besar, partai PKB, perguruan kijang berantai, DPRD Provinsi Kalbar dan masyarakat kabupaten Sambas.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah melakukan klarifikasi atas informasi hoaks tersebut," katanya.

Diketahui sebelumnya beredar video sejumlah orang di OTT oleh petugas yang tersebar melalui grup WhatsApp, bahkan terdapat akun Facebook yang langsung menyebut nama mantan Bupati Sambas. Padahal kejadian OTT tersebut bukan terjadi di Kalbar, demikian juga dengan pelaku yang di OTT oleh petugas juga bukan mantan Bupati Sambas. (Gindra)
Share:
Komentar

Berita Terkini