Rakor Bahas LPG, Sekda Sampaikan Perintah Bupati

Editor: Redaksi author photo
Rakor bahas elpiji subsidi Diskumindag di hadiri Sekda Sambas

Sambasnews.com, (SAMBAS)-Dinas Koperasi UMKM perindustrian dan perdagangan (Kumindag) kabupaten Sambas, Kamis menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah agen penyalur gas elpiji subsidi, bersama pihak terkait.

Sekda Sambas Fery Madagaskar menegaskan, sebagai mana perintah dari Bupati Sambas, agar harga eceran tertinggi (HET) dapat direalisasikan kepada masyarakat.

"Untuk agen dan pangkalan harus patuh pada aturan yang ada. Sebagaimana yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sambas. Bupati juga meminta kepada agen dan pangkalan agar patuh menggunakan HET, karena itu adalah aturan, yang sudah di atur dalam perbup," tegas Sekda.

Pemda sebut Sekda, tidak akan segan-segan menindak jika masih ada pangkalan yang nakal.

"Jika masih terdapat pelanggaran, saya tegaskan, akan kami tindak. Jadi kita ingin semuanya enak, pemerintah enak, pengusaha enak, yang mengawasi enak dan masyarakat enak dan di untungkan," katanya.

Untuk itu, kedepan ia minta agar tidak adalagi keluhan-keluhan di masyarakat terkait masalah gas di Kabupaten Sambas.

"Tolong setelah ini di sepakati harga itu, karena kalau tidak kita akan seperti ini setiap tahun. Dan tidak akan selesai-selesai," tuturnya.

Untuk itu Sekda meminta agar tidak ada lagi terdengar, harga gas subsidi diluar harga eceran tertinggi.

"Saya minta nantinya harga-harga ini memang konsisten dan betul-betul sampai ke masyarakat," ucap Sekda.

Sementara Kepala dinas Kumindag kabupaten Sambas, Musanif mengatakan saat ini pihaknya masih menemukan beberapa pangkalan yang menjual gas elpiji bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Masih ada pangkalan menjual di atas HET, lalu juga masih banyak di temukan orang yang mengantre adalah pihak ke tiga untuk di jual kembali," ujarnya.

Tidak hanya itu disampaikan Musanif, jika pihaknya juga mendapatkan adanya pangkalan yang mendistribusikan berbeda-beda dengan jumlah nyatanya.

"Jumlah yang di distribusikan oleh pangkalan berbeda dengan kenyataan. Atau ada juga yang kita temukan pangkalannya di Sepantai, Kecamatan Sejangkung. Tapi gasnya ada di Sungai Deden, Subah . Nah yang seperti ini yang kita pertanyakan," tegasnya.

Musanif mengungkapkan, jika DPRD juga sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait masalah kelangkaan gas beberapa waktu lalu di Sambas.

"Laporan dari masyarakat dan DPRD terkait dengan elpiji subsidi ini, sudah kita terima. Terkait dengan harga yang di jual itu lebih tinggi dari HET. Ada itu laporan dari Jawai Selatan di jual 24 ribu, itu di atas HET," jelasnya.

Kedepan, untuk mengatasi masalah kelangkaan di Sambas. Di sampaikan Kepala Dinas jika mereka sudah memiliki beberapa strategi.

"Kami sudah ada beberapa strategi untuk mengatasi masalah kelangkaan LPG 2020. Pertama Pertamina harus memastikan jumlah pendistribusian ke setiap pangkalan," katanya.

Kemudian lanjutnya, tim satgas pangan akan melakukan mm monitoring gas elpiji subsidi tersebut.

"Tim satgas pangan akan memonitor di Desa terkait dengan harga serta memastikan jumlah data dan pendistribusian. Juga akan ada operasi pasar akan dilakukan bila di temukan kelangkaan, konversi gas juga akan kita galakan yaitu perubahan dari 3 kilogram ke 5 dan 12 kilogram," tuturnya. (Gindra)
Share:
Komentar

Berita Terkini