Ketua DPRD: Tidak Ada Jaminan TKI Pulang Masa Lockdown Bisa Kembali Bekerja Di Malaysia

Editor: Redaksi author photo
Ketua DPRD kabupaten Sambas H Abu Bakar saat ikuti pertemuan
Bupati dan Konjen RI untuk Kuching Sarawak Malaysia


Sambasnews.com (SAMBAS)- Ketua DPRD kabupaten Sambas H Abu Bakar, mengatakan dari informasi yang dirinya himpun jika sebenarnya pihak perusahaan di Malaysia, tidak menginginkan TKI pulang ke Indonesia di saat suasana yang tidak kondusif, atau lockdown.

Diungkapkan ketua DPRD, berdasarkan pengalaman, ia katakan memang di musim lebaran ini banyak warga Sambas yang ingin pulang kampung. Hanya saja, kondisinya saat ini sedang tidak baik, karena di tengah pandemi covid-19.

"Saya ada pengalaman sebelum berpolitik dari 1997 sampai dengan 2008, dulu bekerja di kebun kelapa sawit di Serawak. Kurang lebih satu Minggu yang lalu, saya berkomunikasi dengan pihak perusahaan, mereka minta bantuan untuk meminta kepada TKI untuk tidak balik dari Malaysia, ke Indonesia," terangnya.

Di jelaskan Abu, memang benar jika pihak perusahaan bersedia memberikan cuti kepada TKI. Hanya saja kata dia, pihak perusahaan tidak bisa memastikan kapan TKI bisa kembali lagi bekerja, jika nantinya TKI pulang ke Indonesia.

"Mereka katakan, bahwa pihak perusahaan mereka siap untuk memberikan cuti satu bahkan dua bulan," katanya.

"Tapi jika mereka pulang ke Indonesia, mereka tidak ada jaminan untuk bisa pulang lagi ke Malaysia untuk bekerja, baik itu bulan Juli atau Agustus," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas Ir H Arifidiar, MH, mengatakan dirinya mengapresiasi pertemuan yang di gagas oleh Pemda dengan Konsulat Jendral RI di Kuching.

Untuk membahas isu-isu terkini, yang berkaitan dengan nasib warga negara yang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

"Pertemuan hari ini kita apresiasi, ini adalah sebuah kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat Sambas," ujarnya.

Karena saat ini memang sedang menghadapai dilema dimana di satu sisi ingin mengembalikan warga negara yang ada di luar negeri, namun di sisi lain pandemi Covid-19 masih belum juga berakhir.

"Inti persoalan yang di sampaikan oleh Konjen tadi, di satu sisi ini adalah peristiwa Covid-19 dan di sisi lain, kita sedang akan menyambut bulan suci Ramadhan, dimana masyarakat biasa pulang kembali ke Indonesia," kata Arifidiar.
Share:
Komentar

Berita Terkini