Sambas Launching Ujicoba KB MKJP

Editor: Redaksi

 


Sambasnews.com (SAMBAS)- Kabupaten Sambas melakukan ujicoba pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Peluncuran progam tersebut dihadiri oleh Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (16/2). 

Dalam rangka menjaga keseimbangan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas penduduk, pemerintah mencanangkan program bangga kencana atau pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. 

Yakni perubahan strategi penggarapan program, yang dulunya difokuskan pada masalah kependudukan dan keluarga berencana, kini lebih fokus pada pembangunan keluarga. "Peluncuran ujicoba KB MKJP ini, bagian dari upaya pemerintah mencapai penduduk tumbuh seimbang. Dan merupakan wadah sinergitas antara pemerintah daerah dan lintas sektor guna berkoordinasi secara baik dan berkesinambungan dalam manajemen pelayanan KB," tutur Bupati. 

Bupati berharap, dengan diluncurkannya program KB MKJP ini, menjawab tantangan pelayanan KB. Seperti yang dikemukakan Bupati, pelayanan KB berhadapan dengan kondisi belum optimalnya ketersedian, keterjangkauan dan kualitas pelayanan KB itu sendiri. 

"Dengan peluncuran ujicoba ini, kita berharap terdapat perubahan yang signifikan dalam pelayanan KB di Kabupaten Sambas dan dapat langsung menyentuh sasaran," kata Bupati. 

Uray Hendi Wijaya SKM MPH, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sambas, mengatakan di Kabupaten Sambas angka pemakaian kontrasepsi atau contraceptive prevalance rate tiga tahun terakhir sudah melebih dari target nasional. 

Dicontohkan Kadis, tahun 2020, target nasional adalah 61,78 persen, target provinsi kalbar 66,65 persen dan capaian kabupaten sambas sebesar 71,4 persen. 

"Ini menunjukkan capaian CPR atau angka pemakaian kontrasepsi sambas sudah melebihi target nasional dan provinsi di tahun 2020," jelas Hendi. 

Sedangkan capaian kesertaan ber-KB metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP di Kab Sambas, dilihat dari tren tiga tahun terakhir, juga menunjukkan hasil yang baik. Diungkapkan Hendi Wijaya, trending 3 tahun terakhir selalu meningkat hasil capaiannya walaupun masih dibawah target nasional. 

"Target nasional di Tahun 2020 adalah 25,11 persen, target provinsi kalbar 21,9 persen, dan pencapaian kabupaten sambas baru berkisar diangka 14,19 persen," papar kadis. 

Kondisi pandemi, ungkap Kadis juga berpengaruh pada peserta KB Aktif. Di Kabupaten Sambas ungkap Hendi, masih didominsai kontrasepsi jangka pendek. 

"Kita terus masifkan edukasi dan informasi kepada pasangan usia subur terkait kontrasepsi jangka panjang," terang Hendi. 

Metpde kontrasepsi jangka panjang Tahun 2021 Di Kabupaten Sambas, sasaran Akseptor sebut Kadis mencapai 2.704 orang terdiri dari IUD atau implant 2.584 akseptor, metode operasi pria 10 akseptor, dan metode operasi wanita 110 akseptor.

Share:
Komentar

Berita Terkini