Gunakan Sistem Pompanisasi, Slamet Tetap Panen Walau Musim Kemarau

Editor: Redaksi
Panen padi


Sambas - Slamet warga Dusun Batu Bedinding dan  petani yang lainnya mengharapkan Pemerintah, agar memberikan bantuan pertanian berupa pompanisasi dalam menghadapi musim kemarau.

Menurut Slamet, dengan sistem pompanisasi dirinya tetap bisa bertanam padi sesuai jadwal musim tanam.

"Dengan sistem pompanisasi, walaupun dalam kondisi kemarau kami tetap dapat menanam padi dengan cara menyedot air dari sungai untuk mengairi lahan kami," kata Slamet. 

Dengan pompanisasi kata Slamet, dalam musim tanam saat ini ia tetap panen padi mencapai 1 ton dalam satu borong (seper enam hektar). 

"Dari lahan saya dengan luas satu borong, hasilnya bisa mencapai 1 ton lebih, jika 1 hektar dapat mencapai 7 hingga 8 ton, dan kuncinya adalah tersedianya air yang cukup untuk tanaman padi," kata Slamet. 

Karena itu kata Slamet, pemerintah daerah atau pemerintah pusat menggencarkan bantuan untuk pompanisasi kepada petani di lahan tadah hujan seperti di Dusun Batu Bedinding Desa Sungai Toman Kecamatan Salatiga Kabupaten Sambas.

"Kami petani memang sangat berharap kepada pemerintah daerah atau pemerintah pusat, untuk melakukan normalisasi sungai dan pipanisasi," kata Slamet.

"Dengan dukungan tersebut, akan menjadi solusi buat petani ketika di landa kemarau yang panjang. Akibat belum direalisasikannya normalisasi parit atau sungai dan pipaniasi, banyak petani gagal panen karena lahan tidak dialiri air," katanya. 


Penulis : Juliadi
Editor   : Gindra
Share:
Komentar

Berita Terkini