![]() |
| Buka puasa bersama Konjen RI Kuching Sarawak di Rumah Dinas Bupati Sambas. |
Sambas - Bupati Sambas H Satono mengatakan daerah yang berada beranda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tidak boleh lengah menghadapi efek domino geopolitik internasional.
Hal tersebut disampaikan Bupati Satono dihadapan Konsul Jenderal RI di Kuching Sarawak, Abdullah Zulkifli saat buka puasa bersama di ruma dinas Bupati Sambas, Minggu (1/3/2026).
Eskalasi konflik di Timur Tengah kata Bupati, bukan sekadar isu luar negeri. Disebutkan jika jalur distribusi energi global terganggu, dan harga minyak melonjak, dampaknya akan terasa hingga ke daerah.
"Biaya transportasi naik, harga pangan terdorong, daya beli masyarakat tertekan," ujar Bupati.
Daerah katanya, harus punya skenario dalam upaya mengantisipasi kemungkinan hal tersebut terjadi. "Jangan sampai kita selalu bergantung pada impor. Kemandirian pangan dan energi bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Bupati.
"Sebagai wilayah perbatasan, Sambas dinilai memiliki posisi strategis sekaligus rentan. Pergerakan ekonomi lintas negara, arus barang, dan stabilitas harga menjadi variabel yang harus dikendalikan dengan perencanaan matang," katanya.
