Jelang Pilkades Serentak Teluk Keramat Gelar Deklarasi Damai

Editor: redaksi

Forkopincam Teluk Keramat bersama Cakades usai deklarasi Pilkades damai Jumat (11/10/2019)

Sambasnews.com (SEKURA) -Camat Teluk Keramat Budi Susanto mengatakan, dalam rangka menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada (19/10) mendatang, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan guna menghadapi Pilkades tersebut.

Persiapan tersebut seperti dengan melaksanakan kegiatan Deklarasi Pilkades Damai, yang melibatkan belasan desa dari total 25 Desa di Teluk Keramat.

"Deklarasi Pilkades Damai yang dilaksanakan, merupakan bagian dari pada proses pelaksanaan Pilkades serentak 2019," ujar Budi Susanto, dihubungi di Sekura.

Melalui deklarasi Pilkades damai diharapkan, bisa menyamakan persepsi para calon dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan di masyarakat.

"Ada kesamaan persepsi tentang kesamaan dalam menciptakan kondisi yang aman tertib dan lancar Mulai dari pelaksanaan kampanye terbuka, kampanye dialogis, serta adu visi misi ke depan kepada masyarakat Desa masing-masing di mana kepala desa itu berasal," tegasnya.

Untuk diketahui, kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Camat Teluk keramat. Yang juga turut di hadiri oleh Para Cakades dan unsur-unsur Forkompincam.

Lebih lanjut Budi mengatakan, jika pada pelaksanaan Pilkades mendatang selain sebagai upaya pelaksanaan Pesta Demokrasi di tingkat Desa. 

Juga di harapkan dalam pelaksanaannya dapat memberikan suasana yang aman, nyaman, damai dan dapat terlaksana dengan lancar.

"Pilkades ini dapat menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam proses pemilihan yang berlangsung di TPS masing-masing Desa di Kecamatan Teluk Keramat," katanya.

Ia menjelaskan, jika pada pelaksanaan deklarasi Pilkades Damai ini juga mengandung makna bahwa demokrasi merupakan sistem yang dianut dalam setiap pemilihan Kepala Desa, di tingkat dasar.

Dengan arti lain, pemilihan secara langsung oleh masyarakat yang dimaksud adalah bahwa setiap Calon Kepala Desa memiliki kesempatan untuk menang, dan juga memungkinkan untuk tidak terpilih.

"Namun terpilih atau tidak terpilih kepala desa adalah konsekuensi dari pelaksanaan demokrasi dan itu dapat diterima lapang dada tanpa harus menimbulkan friksi perpecahan bahkan permusuhan yang akan mengganggu jalannya pemerintahan desa pasca pemilihan kepala desa," tegasnya.

Ia juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat, supaya berperan aktif dan memberikan partisipasi dalam Pilkades.

"Terutama panitia pemilihan kepala desa, yang terlibat dalam pengawasan Pilkades serentak nanti tanggal 19 Oktober 2019 dapat berperan aktif kepada masyarakat dapat melaksanakan pemungutan suara dengan partisipasi yang setinggi-tingginya," tegas Budi.

Sementara salah satu calon Kepala Desa yang hadir di kegiatan Deklarasi Pilkades Damai, Kecamatan Teluk Keramat dari Desa Kuala Pangkalan Keramat, Asmu'ie mengungkapkan siap dengan konsekuensi dalam Pilkades yang ia ikuti.

"Kami minta semua balon kades untuk siap menang dan siap kalah. Hindari money politics, hoaks, sara, dan black campaigne. Ini untuk mewujudkan pilkades di Kabupaten Sambas yang jujur, adil dan bermartabat," kata Asmu'ie.

Oleh karenanya, ia berharap nantinya bagi semua bakal calon Kades termasuk dirinya tidak hanya siap menang, tapi juga harus bisa menerima hasil pilkades nanti.

"Ya, kami berharap apapun hasilnya nanti, semua pihak bisa legowo (menerima-red)," katanya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada panitia pelenyenggara tingkat Kabupaten maupun Kecamatan yang telah memfasilitasi kegiatan deklarasi Pilkades Damai 2019 di Kecamatan Teluk Keramat .

"Pertama saya sampaikan terimakasih baik kepada pihak Kabupaten maupun Kecamatan, maka dengan dilaksanakan kegiatan ini maka diharapkan calon maupun tim sukses calon tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan lingkungan," tuturnya. (Gindra)
Share:
Komentar

Berita Terkini