Himbauan, Surat Edaran dan Pembatasan ASN Keluar Daerah Upaya Bupati Sambas Cegah Corona

Editor: Redaksi author photo
Bupati bersama Wakil Bupati Sekda dan Kadises Sambas
saat gelar press release terkait antisipasi penyebaran virus Covid19

Sambasnews.com (SAMBAS)- Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan menindaklanjuti perintah Gubernur Kalbar, Sutarmidji terhadap antisipasi dan kesiapsiagaan terjadinya penyebaran virus Covid-19. Pihaknya telah mengambil berbagai langkah, dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

Salah satu upaya dilakukan dengan menggelar Press Release terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kalbar khususnya di kabupaten Sambas, Selasa.

"Kami telah melaporkan kepada Gubernur Kalimantan Barat, jika pemerintah Kabupaten Sambas telah mengambil langkah-langkah dalam rangka upaya pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19," ujar Atbah.

Dikatakan upaya dilakukan seperti membuat himbauan kepada masyarakat melalui Surat edaran Bupati, terkait upaya pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19. Juga membentuk gugus 11 percepatan penanganan dan penyebaran Covid-19  di Kabupaten Sambas.

"Kemudian membuat kebijakan pembatasan secara selektif kepada ASN,  dalam rangka melakukan perjalanan dinas keluar daerah," katanya.

Dikemukakan oleh Atbah, berdasarkan informasi yang didapatkan melalui dokter kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Dalam tiga hari terakhir, telah masuk kurang lebih 1200 orang dengan setiap harinya terdeteksi 10 orang mengalami gejala demam tinggi batuk dan pilek.

"Mengingat di wilayah Malaysia saat ini terdapat pasien yang positif Covid-19, maka pemerintah Kabupaten Sambas  berencana akan melakukan upaya karantina terhadap orang yang mengalami gejala demam tinggi, batuk dan pilek yang masuk dari wilayah mana saja melalui PLBN Aruk," ujarnya.

Bupati mengungkapkan jika pihaknya sudah menyediakan lokasi, yang akan menjadi tempat karantina. Disebutkan jika Rumah Sakit Pratama direncanakan menjadi lokasi karantina, dengan pertimbangan Rumah Sakit tersebut memiliki peralatan yang cukup dan jauh dari pemukiman masyarakat.

"Namun upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan karantina yang akan kami lakukan mengalami kendala, lantaran tidak tersedianya alat pelindung diri (APD) yang berstandar untuk tenaga medis serta sulitnya mendapatkan hand sanitizer masker dan disinfektan," ungkapnya.

"Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon bantuan gubernur dalam upaya pencegahan Covid-19 dan karantina di Kabupaten Sambas," pinta Atbah.


Share:
Komentar

Berita Terkini