Bupati Monitoring Pasar Murah di Tebas

Editor: Redaksi author photo
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menyerahkan paket sembako murah
dalam operasi pasar yang digelar Pemkab Sambas

Sambasnews.com (SAMBAS)- Dalam rangka memasuki bulan Ramadhan dan mengantisipasi dampak ekonomi pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar operasi pasar. Konsep operasi pasar tersebut dilakukan per kecamatan.

Kecamatan Tebas menjadi lokasi pertama digelarnya operasi pasar pada jumat (24/4). Mekanisme pasar murah tersebut juga tidak seperti pasar murah sebelumnya. Kali ini, ditengah pandemic covid 19, Pemerintah Kabupaten Sambas menyebar pasar murah per desa.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili memonitoring langsung pelaksanaan pasar murah di kecamatan Tebas. Didampingi sekda kabupaten Sambas, Kadis kumindag, asisten 3 setda kab sambas, para staf ahli kab sambas, sekdis perhubungan, camat tebas dan forkopimcam tebas.

"Saya harus memastikan operasi pasar ini berjalan dengan lancar, masyarakat benar-benar memanfaatkan pasar murah ini," ujar Bupati.

Diungkapkan Atbah, secara keseluruhan, pelaksanan pasar murah ini, pemda telah mengeluarkan subsidi mencapai kurang lebih hingga 2 milyar rupiah. Tepatnya diangka 1 milyar 936 juta rupiah. Sehingga perpaketnya, masyarakat cukup membayar 62 ribu 200 rupiah.

"InsyaAllah harganya sudah sangat dipertimbangkan oleh tim, dan itu telah disubsidi oleh pemerintah kabupaten Sambas. Mekanisme pelaksanaannya melibatkan peran camat dan desa," sebut dia.

Bupati meminta forkopimcam turut menyukseskan pasar murah itu. Kata dia, satu diantaranya dengan memberikan informasi yang benar terkait pelaksanaan pasar murah.

"Kami pemerintah daerah, meminta bantuan semua komponen agar bisa menyampaikan informasi ini kepada masyarakat yang benar-benar menjadi sasaran. Pihak kecamatan dan desa agar dibantu penghimpunan dana dan pendistribusiannya," kata Bupati.

Kadis Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian Perdagangan Kabupaten Sambas,  Musanif mengatakan, paket pasar murah menyediakan tiga macam kebutuhan pokok. Diantaranya sebut dia, minyak goreng, telur dan gula pasir.

"Ini sebagai upaya pemerintah kabupaten Sambas memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kabupaten Sambas, harapan kita, langkah ini dapat meredam harga pasaran kebutuhan pokok yang mulai mengalami peningkatan selama pandemic Covid-19 dan jelang Ramadhan," tutur Musanif.

Dijelaskan dia, sasaran operasi pasar seluruhnya mencapai 64.537 kepala keluarga diseluruh kabupaten sambas. Objeknya lanjut dia kepada masyarakat prasejahtera dan usaha mikro terdampak Covid-19.

"Pasar ini kita sebar hingga ke desa. Yakni 193 desa di Kabupaten Sambas," ucap Musanif. 
Share:
Komentar

Berita Terkini