Tanam Padi Musim Kemarau, Slamet Warga Batu Bedinding Terapkan Pompanisasi

Editor: Redaksi
Slamet warga Desa Sungai Toman memperlihatkan padi hasil tanam di musim kemarau. 


Sambas - Musim kemarau menjadi tantangan besar bagi para petani padi. Kekurangan air dan suhu yang lebih tinggi membuat tanaman padi jadi terhambat, dan sulit berkembang akibat kekeringan.

Ditengah musim kemarau yang dihadapi beberapa waktu lalu, Slamet warga Dusun Batu Bedinding, Desa Sungai Toman Kecamatan Salatiga Kabupaten Sambas, tetap menanam padi dengan beberapa trik dan persiapan yang tepat.

Slamet dalam kesehariannya selain menanam padi juga menanam tanaman hortikultura seperti tanaman daun bawang, cabe, terong, tomat yang ia rawat dengan baik di saat kemarau panjang melanda. 

"Sejumlah petani padi di tempat kami ini,   hasil panennya jauh menurun dari musim tanam yang lalu. Bahkan ada juga yang mengalami gagal panen, karena cuaca yang sangat panas. Akibat pertumbuhan padi yang tidak maksimal, dan Alhamdulillah padi milik saya bisa panen dengan baik karena air tercukupi,“ ujar Slamet. 

Petani dampingan Lazismu Kalimantan Barat ini mengatakan, upaya yang di lakukan untuk menggenjot hasil yang maksimal di masa kemarau, ia lakukan dengan pompanisasi untuk mengalirka air dari aliran sungai ke lahan pertanian. 

"Saya menyedot air menggunakan mesin pompa, yang kemudian di alirkan ke lahan pertanian milik saya. Penyedotan dilakukan seminggu sekali," katanya.

Share:
Komentar

Berita Terkini