Mendagri Apresiasi Bupati Hadiri Rakornas Perpustakaan

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sambas Atab Suhaili bersama Kadis Arsip dan perpustakaan
usai Rakornas perpustakaan nasional di Jakarta

Sambasnews.com (JAKARTA)-Rapat Koordinasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2020, digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa, dibuka secara resmi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Seluruh Pustakawan dari beragam daerah turut menyemarakkan rakornas tersebut. Hanya saja, untuk Kepala Daerah tingkat Provinsi, Kabupaten Kota, jumlahnya tidak mencapai 100 orang.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, menjadi satu diantara Bupati yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Adapun dari sektor Bupati, hadir sejumlah 27 orang dan 24 orang Wakil Bupati. Mendagri, Tito Karnavian, dalam sambutannya mengapresiasi kepala daerah yang hadir. Kehadiran para Bupati kata Tito, bentuk keseriusan pemimpin daerah terhadap pembangunan perpustakaan dan literasi.

"Kalo kita mengartikannya, mengenai absensi kehadiran kepala daerah ini, positifnya, mereka tetap menganggap rakornas ini penting, tapi ada yang lebih penting. Tetapi perlu diingat, bangsa kita dihadapkan dengan tingkat literasi yang rendah, minat baca bangsa ini perlu perhatian serius. Mengapa? Ini ada hubungannya dengan nawa cita Presiden RI," singgung Mendagri.

Menurut Tito, rendahnya Minat Baca bangsa ini dikarenakan kurang akses. Kata dia, Indonesia begitu luas, bangsa ini banyak di berada daerah pinggiran atau perbatasan, akses yang jauh dari kota.

"Inilah point penting komitmen pemimpin daerah dalam meningkatkan minat baca atau literasi bangsa ini. Memberikan perhatian serius pada perpustakaan didaerah, menghadirkan kemudahan bagi masyarakat mengakses," tegas Tito Karnavian.

Dilanjutkan dia, bagaimana kepala daerah bisa memahami masalah perpustakaan atau masih rendahnya minat baca, jika kehadiran kepala daerah pada rakornas itu, kurang lebih hanya 5 persen saja.

Mendagri menjelaskan memahami nawa cita Presiden RI, membangun SDM Unggul. Satu diantaranya terang dia, masalah minat baca atau literasi harus mendapat perhatian serius secara masif hingga ke tingkat desa.

"Sekarang desa punya anggaran, bisa mensupport ini," tegas Tito.

Share:
Komentar

Berita Terkini