Bupati Minta Bulog Percepat Distribusi Beras

Editor: Redaksi author photo
Bupati ketika memantau penyaluran beras bantuan Bulog

Sambasnews.com (SAMBAS)- Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili, meminta PT Badan Urusan Logistik (BULOG) mempercepat penyaluran distribusi Bantuan Beras Pemerintah Provinsi untuk Kabupaten Sambas. Pada penyaluran beras di Kecamatan Semparuk, Bupati Sambas bersama Wakil Bupati Sambas, Dandim 1208 Sambas, Kapolres Sambas, Ketua Pengadilan Agama, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Sambas, Sekretaris Dinas Sosial PMD Kab Sambas melihat langsung proses distribusi oleh PT Bulog di Gedung Serbaguna Kec Semparuk, Kamis

Atbah dalam arahannya, meminta bantuan PT Bulog, agar bisa melakukan distribusi dalam satu hari lebih dari satu kecamatan. Hal itu menurut dia, karena untuk memenuhi kebutuhan rakyat dalam kondisi Covid 19 ini harus dilakukan serba cepat.

"Kita berbicara kemanusiaan, jadi harus cepat," ujar dia.

Mendengar penjelasan dari PT Bulog Wilayah Singkawang, yang mendapat kewenangan melakukan penyaluran, Atbah menawarkan beberapa opsi. Satu diantaranya siap menurunkan tim membantu Bulog mempercepat distribusi.

"Pemda siap jika diminta bantuan untuk mempercepat distribusi. Harapan kami, ini agar cepat saja, agar semua wilayah kecamatan kami segera tersalurkan bantuannya. Karena warga pasti akan bertanya, kapan bantuan tersalurkan," jelas dia.

Bupati juga meminta mekanisme drop bantuan beras diubah. Dia menyampaikan drop harus diefektifkan dan optimal.

"Sudah kami evaluasi, dari beberapa kali pemantauan di lapangan, pihak desa sebaiknya sudah mempersiapkan angkutan, sehingga beras dari truk pengangkut, bisa di drop langsung ke mobil pemdes. Tidak lagi singgah ke gudang di kecamatan," pinta dia.

Pihak PT Bulog Singkawang yang hadir di Titik drop bantuan di Kecamatan Semparuk, Jamal, dalam pembicaraannya dengan Bupati, menyebutkan, belum dapat memenuhi opsi satu hari beberapa kecamatan. Dia mengungkapkan, hal itu terkendala personil buruh dan teknis.

"Kami juga terdampak kondisi covid, sehingga SDM kami juga terbatas," tutur Jamal.

Belum lagi kata dia, teknis-teknis dalam penyaluran ini memerlukan beberapa tahapan, termasuk penguraian kemasan beras.
Share:
Komentar

Berita Terkini