Monitor Operasi Pasar Murah, Bupati Edukasi Aparatur dan Warga Patuhi Protokol Covid-19

Editor: Redaksi author photo



Sambasnews.com (SAMBAS)-Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili, menegaskan bahwa harga barang yang dijual dalam operasi pasar murah oleh pemerintah kabupaten Sambas, harus tetap seharga Rp 62.200. Bupati mewanti-wanti petugas ditingkat dinas, kecamatan dan desa, jangan sampai merubah harga jual.

“Saya monitor terus dan memastikan harga yang ditetapkan tidak berubah,” ujar Bupati.

Operasi pasar yang dilakukan pemda ini jelas Bupati, dalam rangka menanggulangi pandemic Covid-19 dan Ramadhan 1441 Hijriah. Semua katanya, terdampak dengan adanya wabah Covid-19.

“Karenanya, kita berharap, operasi pasar ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan,” sebut dia.

Diakui Bupati Sambas, sasaran program operasi pasar murah tidak dapat menjangkau semua warga yang terdampak Covid-19. Dijelaskan dia, ada prioritas tertentu pada program operasi pasar murah ini.

“Kita pahami bersama, kondisi wabah ini, semua terdampak, dan pemerintah, pemerintah daerah terus berupaya agar terjadi pemerataan perhatian santunan, bantuan. Kita belum bisa memastikan, kapan wabah ini akan berakhir, karenanya, pemda harus bijaksana dalam menggulirkan perhatian, dan terus berupaya adil dan merata,” terang Bupati.

Atbah meminta, masyarakat patuh dan taat protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak dan tidak melibatkan diri dalam keramaian serta yang paling penting, tetap dirumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Bantulah pemerintah dalam mengatasi ini, dengan tetap berada dirumah jika tidak memiliki kepentingan diluar rumah. Jika kita tidak patuh, kapan ini akan selesai? Kapan anak-anak kita bisa bersekolah lagi? Kapan tempat ibadah bisa kita makmurkan? Yang paling kasian adalah tenaga medis. Mereka yang langsung berhadapan dengan pasien covid, kasian mereka jika ini tidak segera berakhir. Mari kita renungkan, pikirkan untuk kebaikan bersama, karena kita semua terdampak wabah ini,” papar Bupati.

Kadis Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kab Sambas, H Musanif, hingga Rabu kemarin dua kecamatan, yaitu Sejangkung dan Sajad merupakan sasaran yang terakhir. Disebutkan dia, untuk kecamatan sejangkung kebagian 7,40 ton telur, 3,70 ton gula pasir,  dan 7.400 liter minyak goreng.

Kecamatan Sajad, operasi pasar murah mengalokasikan 3,08 ton telur, 1,54 ton gula pasir dan 3.080 liter minyak goreng. Pada Selasa, (12/5) Musanif menyebutkan, operasi pasar dipusatkan untuk kecamatan Sambas. Komoditi yang disebar lanjut dia lebih besar lagi dikarenakan sasaran penerima manfaat juga besar.

“Untuk Kecamatan Sambas, kita melakukan operasi pasar dengan jumlah 11,26 ton telur, 5,63 ton gula pasir dan 11.260 liter minyak goreng. Sasaran penerima manfaat pasar murah itu telah kita koordinasikan dengan pihak kecamatan dan desa,” ujar Musanif.

Setiap warga sasaran operasi pasar sebut dia, memperoleh paket kebutuhan pokok yang terdiri telur, minyak goreng dan gula pasir dengan membayar sejumlah uang 62 ribu 200 rupiah.

Harga itu jelas Kadis, sudah disubsidi pemerintah daerah kabupaten Sambas.

“Harga ril perpaketnya adalah sekitar 97 ribu rupiah, sudah pemda subsidi, menjadi harga jualnya dimasyarakat sebesar 62 ribu 200 rupiah,” tutur Musanif.
Share:
Komentar

Berita Terkini