![]() |
| dr Ganjar Eko Prabowo, Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas. |
Sambas - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hantavirus. Walaupun masih belum ditemukan kasus hantavirus di Kabupaten Sambas, langkah pencegahan kata Ganjar, dinilai penting agar penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat itu tidak menyebar di masyarakat.
Hantavirus ungkap Ganjar, merupakan kelompok virus serius yang umumnya ditularkan dari tikus ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, feses, maupun air liur tikus yang terinfeksi.
“Hantavirus ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus,” ujar Ganjar, Minggu (10/05/2026).
Gejala awal hantavirus menurut Kadis Kesehatan, kerap menyerupai flu.
"Gejalanya seperti demam, sakit otot, dan rasa tidak enak badan. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi sesak napas atau gangguan kesehatan berat lainnya," kata Ganjar.
“Pencegahan paling utama adalah memutus sumber penularan. Rumah, dapur, gudang, tempat sampah, dan area kerja harus dijaga tetap bersih,” katanya.
Kepala Dinas mengingatkan masyarakat, untuk rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga kebersihan bahan makanan serta alat masak, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun cairan tubuhnya.
Kepala Dinas memberikan saran kepada masyarakat, agar menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan tempat yang diduga menjadi sarang tikus.
"Ketika akan membersihkan rumah dan lingkungan, dianjurkan menggunakan disinfektan secara berkala," kata Ganjar.
“Meski di Sambas belum ada kasus, kita tidak boleh lengah. Waspada sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu kasus terjadi,” katanya.
