Momen Peringatan Perpindahan Ibukota dan Hari Jadi Sambas, Bupati Satono Ajak Semua Lapisan Masyarakat Jadikan Motivasi

Editor: Redaksi
Bupati Sambas H Satono bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara peringatan perpindahan ibukota Kabupaten Sambas ke 27 dan hari jadi kota Sambas yang ke-395. 


Sambas - Pemerintah Kabupaten Sambas, menggelar upacara peringatan Hari jadi Kota Sambas yang ke-395 dan perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari Singkawang ke Kota Sambas tahun 2026, di halaman kantor Bupati Sambas, Rabu (15/07/2026). 

Dalam upacara yang diikuti oleh ratusan ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas tersebut, Bupati Sambas H Satono bertindak sebagai Inspektur Upacara. 

Upacara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas, H Heroaldi Djuhardi Alwi, Walikota Singkawang, Tjhai Tju Mi, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, Bupati Sambas periode 2011-2016, Juliarti Djuhardi Alwi, Bupati Sambas periode 2016-2021 Atbah Romin Suhaili, dan anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sambas. 

Dalam amanatnya Bupati Satono mengatakan, peringatan perpindahan ibukota Kabupaten Sambas bukan sekedar mengenang perpindahan pusat pemerintahan. 

"Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan di Kabupaten Sambas selama 27 tahun terakhir," ujar Bupati Satono, Rabu (15/07/2026). 

Perpindahan ibukota kabupaten dari kota Singkawang ke kota Sambas kata Satono, merupakan sebuah keputusan strategis yang lahir dari semangat untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih objektif. 

"Yang lebih kepada memberikan pelayanan terbaik kepada publik, semakin dekat kepada masyarakat. Serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Sambas," kata Bupati Satono. 

Satono mengemukakan, pembangunan di Kabupaten Sambas terus diarahkan agar selaras dengan pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045 melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

"Sebagai daerah perbatasan yang menjadi beranda NKRI, Sambas memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Kalimantan Barat," kata Satono. 

Berbagai program strategis nasional kata Bupati, saat ini mulai berjalan dan memberikan harapan baru bagi kemajuan Kabupaten Sambas. 

"Pembangunan sekolah rakyat, akan dilaksanakan dalam dua tahap di tahun 2026 dan 2027. Serta diperkuat dengan pembangunan sekolah nasional berintegrasi sebagai upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi generasi penerus daerah," kata Bupati. 

Pemerintah Kabupaten Sambas ungkap Satono, telah membentuk 195 Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. 

"Di sektor kelautan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sungai Nyirih Kecamatan Selakau telah selesai, dan pengembangannya terus di dorong di beberapa wilayah desa pesisir untuk meningkatkan masyarakat nelayan," kata Bupati. 

Satono mengatakan, tema peringatan tahun ini adalah Sambas Besarri Berkah Berkemajuan mengandung semangat untuk terus bergerak maju namun tetap berpijak pada nilai religius, nilai budaya dan persamaan. 

"Karena itu, marilah pada momentum hari perpindahan ibukota Kabupaten Sambas ini kita jadikan sebagai penguat komitmen untuk bekerja lebih baik, mempererat persatuan, meningkatkan semangat kebersamaan, semangat gotong royong, serta terus berinovasi memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat," kata Bupati. 

"Saya mengajak seluruh aparatur pemerintah dan lapisan masyarakat Kabupaten Sambas, untuk menjadikan peringatan ini sebagai motivasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah yang kita cintai. Dengan semangat kebersamaan, kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita yakin Sambas akan terus tumbuh menjadi daerah perbatasan yang maju, mandiri, berdaya saing dan semakin sejahtera," katanya. 

Share:
Komentar

Berita Terkini